Rabu, 13 Oktober 2010

hai saya fatma. kamu ?

01:11

hai saya rani,
gue ratih,
aku chandra,
ana ogi

seperti apa kamu memanggil dirimu?

gue : biasa dipake anak muda, atau yg sudah "agak" tua biar berasa muda ;p
saya : netral, cenderung formal
aku : lebih intim dari saya
ana : aktivis remaja mesjid/organisasi keagamaan

tanpa sadar penyebutan identitas oleh orang yg bersangkutan jadi patokan saya untuk bersikap terhadap orang itu.

untuk yang menyebut dirinya gue :
saya menyesuaikan diri dengan bersikap lebih santai. namun karena orang yg bersikap lu-gue biasanya anak muda or yg mau dianggap berjiwa muda biasanya gaya hidup atau paling tidak gaya berpakaian mengikuti anak muda (misalnya pk jeans; tshirt; dll)
saya jadi agak menjaga jarak, entah kenapa ya? mungkin klo yg menyebut dirinya gue itu beneran anak muda, udah ga nyambung. dan kalo yg udah cukup "berumur" menyebut dirinya gue, saya merasa ko mereka ga sadar umur ya..;p
jaga jarak tapi tetap komunikasi seperlunya aja

untuk yang menyebut dirinya saya:
secara umum banyak dipakai orang, biasa saya pake untuk menyebut diri saya sendiri di blog ini atau pada saat kerja. sikap saya netral terhadap orang ini

untuk yang menyebut dirinya aku:
penggunaan penyebutan aku, setau saya banyak digunakan orang cimahi, (hehehe,fitri tropica apa kabar?). waktu smp atau sma pas ada yg nyebut dirinya aku, langsung deh terbayang di pikiran saya , cimahi,,,cimahi,,, ;p
saya sendiri menggunakan penyebutan ini untuk sahabat2 saya, terutama untuk curhat,,
jadi ketika saya mengganti sebutan saya menjadi aku, it means saya mulai membuka diri.
makanya ketika ada orang yg pakai aku untuk menyebut dirinya, saya beranggapan orang itu juga lebih membuka diri. jadilah saya bersikap lebih terbuka juga

untuk yang menyebut dirinya ana:
waduh untuk yg nyebut dirinya ana malah bikin saya ga pede.
kenapa???
karena biasanya yg pk panggilan ana-antum ini dari temen2 yg ikut organisasi keagamaan, yg kelihatannya sholeh/sholehah, bisa menjaga sikap, ga grasa-grusu, rajin ikut pengajian, dsb., dsb. seperti halnya orang yg menyebut dirinya gue, saya juga agak menjaga jarak dengan orang bertipe ini.

catatan :
panggilan di atas berdasarkan panggilan yang sering saya dengar

terlepas dari seperti apa kamu memanggil dirimu, karena baru mulai menulis lagi, jadi mari kita kenalan lagi :
hai saya fatma. kamu ?

::kembali menulis blog ditemani hujan pertama setelah 09/10/10 sembari menyeruput 1 mug teh hangat::

daughterofasoldier@gmail.com
1:50

2 komentar:

DewiFatma mengatakan...

hai saya fatma juga, kamu ?
:D

Kalo belum kenal deket, mending pake 'saya' lebih sopan kayaknya ya?
Kalau udah deket, enakan pake aku. Tul nggak sih?

Makasih udah komen diblog saya yah?
(*enaknya pake aku apa saya, yah..??*)

fatoma mengatakan...

hai kemabaran,,hehehe

ya betulll,,
boleh pk yg mana aja mba,
salam kenal ya..

Posting Komentar