skip to main |
skip to sidebar
kata rene suhardono
passion itu bukannya sesuatu hal yang qt "jago" tapi sesuatu yg qt paling nikmati saat mengerjakannya
passion itu segala hal yg qt sukai atau minati sedemikian rupa sehingga qt tidak terfikir untuk tidak mengerjakannya
mencari passion tdk seperti mencari benda hilang yg terselip entah di mana.
passion sudah ada di dalam diri qt,
dengan passion orang jadi lebih hidup, karena aktualisasi diri benar2 optimal
jadi apa passionmu?
klo masih belum tau , (kt rene) bisa jadi karena qt belum peduli.
mencari passion bisa dengan membuka diri, bertemu dengan orang baru, mencoba aktivitas baru, dll.
namun kunci utama yg mesti dimiliki adalah antusiasme.
antusias atas segala hal yg dikerjakan.
antusias dalam keluarga, pekerjaan, dan kehidupan!
so' this is my enthusiasm :
spicy foods, coklat, teka teki silang, berenang, internet, comedy,
jepang, dorama, craft, handmade, memasak, menjahit, riding my bike,
(sementara itu dulu, nanti sambil jalan bisa nambah)
note : berdasarkan buku rene suhardono, your job is not your career
daughterofasoldier@gmail.com
hari ini cape.
cape badan
cape hati
pfuih...
daughterofasoldier@gmail.com
01:11
hai saya rani,
gue ratih,
aku chandra,
ana ogi
seperti apa kamu memanggil dirimu?
gue : biasa dipake anak muda, atau yg sudah "agak" tua biar berasa muda ;p
saya : netral, cenderung formal
aku : lebih intim dari saya
ana : aktivis remaja mesjid/organisasi keagamaan
tanpa sadar penyebutan identitas oleh orang yg bersangkutan jadi patokan saya untuk bersikap terhadap orang itu.
untuk yang menyebut dirinya gue :
saya menyesuaikan diri dengan bersikap lebih santai. namun karena orang yg bersikap lu-gue biasanya anak muda or yg mau dianggap berjiwa muda biasanya gaya hidup atau paling tidak gaya berpakaian mengikuti anak muda (misalnya pk jeans; tshirt; dll)
saya jadi agak menjaga jarak, entah kenapa ya? mungkin klo yg menyebut dirinya gue itu beneran anak muda, udah ga nyambung. dan kalo yg udah cukup "berumur" menyebut dirinya gue, saya merasa ko mereka ga sadar umur ya..;p
jaga jarak tapi tetap komunikasi seperlunya aja
untuk yang menyebut dirinya saya:
secara umum banyak dipakai orang, biasa saya pake untuk menyebut diri saya sendiri di blog ini atau pada saat kerja. sikap saya netral terhadap orang ini
untuk yang menyebut dirinya aku:
penggunaan penyebutan aku, setau saya banyak digunakan orang cimahi, (hehehe,fitri tropica apa kabar?). waktu smp atau sma pas ada yg nyebut dirinya aku, langsung deh terbayang di pikiran saya , cimahi,,,cimahi,,, ;p
saya sendiri menggunakan penyebutan ini untuk sahabat2 saya, terutama untuk curhat,,
jadi ketika saya mengganti sebutan saya menjadi aku, it means saya mulai membuka diri.
makanya ketika ada orang yg pakai aku untuk menyebut dirinya, saya beranggapan orang itu juga lebih membuka diri. jadilah saya bersikap lebih terbuka juga
untuk yang menyebut dirinya ana:
waduh untuk yg nyebut dirinya ana malah bikin saya ga pede.
kenapa???
karena biasanya yg pk panggilan ana-antum ini dari temen2 yg ikut organisasi keagamaan, yg kelihatannya sholeh/sholehah, bisa menjaga sikap, ga grasa-grusu, rajin ikut pengajian, dsb., dsb. seperti halnya orang yg menyebut dirinya gue, saya juga agak menjaga jarak dengan orang bertipe ini.
catatan :
panggilan di atas berdasarkan panggilan yang sering saya dengar
terlepas dari seperti apa kamu memanggil dirimu, karena baru mulai menulis lagi, jadi mari kita kenalan lagi :
hai saya fatma. kamu ?
::kembali menulis blog ditemani hujan pertama setelah 09/10/10 sembari menyeruput 1 mug teh hangat::
daughterofasoldier@gmail.com
1:50