Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

menyamar

Menyamar mungkin identik dalam dunia spionase atau dunia kepolisian untuk menangkap penjahat.
Tapi yg mau saya bahas adalah buah yang menyamar, hehehe..kok bisa?

Dalam foto di bawah ini ada 2 jenis buah, bisa menebaknyaaa???
 


Supaya ga penasaran saya jabarkan saja yaaa,,,Buah pertama adalah buah pepaya (sudah bisa nebak ya !) dan yang satu lagi adalah, adalaaaaaaaah buah melon kuning/gold melon.

Jadi ceritanya di rumah ga ada buah. Paginya mama beli pepaya di tukang sayur, dan ternyata malamnya papa beli melon kuning ini di tukang buah pinggir jalan. Karena dua-duanya sudah matang, maka diputuskanlah untuk membuka 2-2 nya. Daripada ribet 2 wadah, saya jadikan satu saja dalam 1 tempat. Ternyata setelah disatukan hampir ga bisa dibedakan yang mana pepaya dan yg mana melon, kecuali dengan memakannya tentu saja.

Selain irit tempat, selain itu saya fikir supaya pepayanya laku hihihi,,,jadi yg niat ngambil melon bisa jadi yg keambil pepaya, jadi habis deh hehehe.. maklum dibanding melon, pepaya mah ranking 2 ;p
Ya sudah akhirnya disajikanlah si mepaya ini (melon+pepaya). ternyata bener, si papa kena "ranjau", mau ambil melon eh yg keambil pepaya,,si pepaya sukses dalam misi "penyamarannya" ^^b

Tapi ternyata bukan itu saja. Baik pepaya maupun melon sama-sama berhasil menyamar menjadi buah yg tampak matang. Setelah dicoba ternyata rasanya tidak begitu manis, mungkin dipanen saat belum matang dan kemudian dilayukan, jadi manisnya kurang nyes gimanaaa gitu...><

Untuk mensiasatinya dicampurlah buah2an itu dengan gula dan perasan air jeruk lemon, diamkan di kulkas 1 hari. Baru dimakan keesokan harinya.....lumayan deh seger2 asem ^^!


daughterofasoldier@gmail.com

Rabu, 05 September 2012

si penjaga

Mulai tanggal 3 September 2012, adik saya yg paling bungsu hijrah ke jakarta. Si fitri keterima kerja di salah satu perusahaan provider. Semua adik saya merantau ke jakarta, pyan (ke jakarta trus sekarang ke makassar), aneu, dan terakhir fitri.

Rumah sekarang hanya ditempati papa, mama, dan saya. Terasa seperti anak tunggal deh. Jarak umur saya dengan pyan (adik yg paling dekat usianya) hanya 19 bulan, jadi ga lama setelah kelahiran saya, lahirlah adik laki-laki satu-satunya itu. Otomatis perhatian orang tua jadi terbagi 2, belum lagi ketika ditambah aneu, dan fitri, perhatian jadi kebagi 4. 

So sekarang setelah dewasa, setelah hampir 30th merasakan suasana rumah yang ramai (paling engga 3 orang anak perempuan di dalam satu rumah cukup bikin suasana rumah idup, klo pyan mah dulu lebih sering aktif di himpunan jd jarang di rumah) menjadi satu-satunya anak yg tinggal di rumah jadi terasa agak aneh.

Memang kepindahan adik2 ke jakarta ga dalam waktu yg bersamaan, ditambah lagi jarak jakarta-bandung yg bisa ditempuh dalam waktu 3-4 jam saja, tapi tetap saja ada yg hilang. Makin terasa setelah si bungsu pindah minggu lalu.

Hijrahnya adik2 juga makin membuat saya harus lebih care dengan mama dan papa. Secara alamiah kondisi fisik akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Meski begitu alhamdulillah kedua orang tua masih dikaruniai kesehatan (linu2, dan batuk2 nya masih wajar). 

Semoga saya diberi kekuatan untuk menopang tanggung jawab ini, karena berdasarkan artikel yg pernah saya baca, kemungkinan konflik dengan orang tua semakin besar, bisa jadi karena si anak menganggap orang tua masih punya kondisi fisik yg sama seperti dahulu padahal dengan semakin tua mereka jd sering lupa (yg muda aja suka lupa..), atau kurang pendengarannya, lambat bergeraknya,dll. Semoga saya ga termasuk orang seperti itu dan dikasih kesabaran serta kekuatan untuk bisa berbakti sama mama dan papa sampai kapanpun.

Ada yg bilang orang jawa selalu untung. Untung saya masih single, jadi fokus saya seluruhnya untuk orang tua. Untung saya buka warung sendiri yg lokasinya deket. Untung saya diberi orang tua yg baik, walau kadang cerewet tapi mama is the best!
 

Foto kenangan saat formasi masih lengkap
mama-saya-fitri-aneu
(idul adha 2010)


Kadang kalau memikirkan soal menikah, antara sedih dan senang,senang karena bisa mencapai apa yg sudah diinginkan, dan sekaligus sedih karena akan meninggalkan orang tua.Hiks..mumpung masih sendiri harus bisa optimal berbakti nih,kalau dulu ketika kecil kita sudah diasuh dengan baik hingga sekarang, saatnya kini saya jadi penjaga yang baik untuk mama dan papa,,,

   
daughterofasoldier@gmail.com